After PMB, Madam, and TPD, we make little project that seems like it’s a BIG PROJECT! Hardworkers are so tired, so we stop for a while and decide for taking precious moment at photo studio.

Jonas, May 13th, 2012.

“Sempurna, Semangat!”

-Pikiran Rakyat News

“Everytime you spend for this project, will be replaced by togetherness and happiness. Great job friends! Next..”

-New York Times

“Unity in Diversity!”

-Iswahyudi, Didik. 

Kuliah Online

Ini terjadi pertama kali.

Saat dimana kerusuhan kata-kata mulai menggema,

entah hi-tech atau (sok) hi-tech,

yang jelas cacat -_-

rp.baraya.web.id -> download -> login -> too many connection.

RUSUH!!!!

Coretan

Yah,

antara waktu dan bermain-main,

selalu saja mencela,

karena perpaduannya aku mati rasa.

Ini aku? atau duniamu?

Hipotesis nol.

Dari Pemuda itu Ada Kisah

Aku rasa aku harus mem-posting ini.

Sudah hampir sembilan bulan berada di suasana akademik, sudah hampir selama itu pula aku mengenal dan bersahabat dengan jalanan di sekitaran Rancaekek dan Sayang. Mungkin kedengarannya aneh, nama jalan, Sayang, yah apapun asal-usulnya Sayang adalah Sayang. Sebuah jalan yang menghubungkan Dangdeur dan Jatinangor. Jalan yang menghantarkanku sampai di kampus. Seperti biasa, Kamis ini aku berangkat ke kampus menggunakan transportasi umum yang “murah-meriah”. Sejak aku berprinsip bahwa, “Aku seharusnya bisa lebih hemat dengan cara bagaimanapun”, aku memutuskan untuk tidak menggunakan bis berkarakter merah dengan tulisanExploreyang bertrayekkan Cimahi-Jatinangor setiap berangkat kuliah. Karena itulah, aku mulai bisa mengakrabkan diri dengan jalanan dari Rancaekek sampai Jatinangor maupun dari Tol Baros sampai Tol Cileunyi. Perjalananku itu seharusnya menjadi tapak hikmah bagi diriku sendiri dan alangkah senangnya jika memberi inspirasi dan hikmah pula bagi orang lain.

Selepas turun dari KRD ekonomi, aku langsung bergegas untuk menunggu kehadiran angkutan umum jurusan Majalaya-Gedebage (via Sayang). Akhirnya, belum beberapa menit, ciri khasangkotini begitu jelas terlihat. Warna merah di bagian platnyalah yang membedakan dengan angkutan hijau lainnya. Tidak ada hambatan yang berarti selama aku berada di dalam angkutan itu di sekitaran jalan Rancaekek.

Begitu tiba di jalan Dangdeur; sebuah jalan raya yang padat lalu lintasnya, ada sebuah hal yang membuatku bisa terenyuh bahkan meneteskan air mata. Kebetulan, tinggal akulah penumpang yang masih melanjutkan perjalanan karena penumpang lain sudah turun di pertigaan Dangdeur. Merasa tahtanya sepi (angkot, red), supir berniat untuk mengetem di pasar dengan harapan setidaknya ia dapat satu orang yang kerepotan membawa belanjaan. Dari dalam angkotaku melihat seorang perempuan dengan pakaian yang lusuh dan sedikit bongkok membawa bekas tempat minuman plastik. Rasa iba pun muncul. Aku ingin sebentar turun dahulu dan memberinya sepeser ribuan. Namun ada rasa yang kiranya mencegahku melakukannya, tidak kutemukannya uang ribuan yang kucari di dalam tas. Aku hanya bisa mengeluh mengapa uang itu bisa hilang, memang hanya seribu, tetapi aku jadi tidak bisa melakukan niatku itu karena uangku di dompet hanya sebatas pulang-pergi. Aku terus memandanginya, seorang nenek yang sangat renta untuk berjalan namun tetap mencari uang dengan cara meminta belas kasih orang lain dan berjalan di sepanjang jalan yang entah berapa kilometer beliau sudah tempuh. Aku mulai berkaca. Beliau mendekati seorang ibu yang sedang berdiam di motornya, namun ibu itu menyodorkan tangannya yang berarti, “Maaf, Ibu..” Kemudian beliau menyebrang dan mendatangi seorang pemuda penjual kupat tahu. Aku hanya bisa berdoa di dalam hati, “Semoga nenek itu bisa mendapatkan rezekinya hari ini walau tanpa uangku, aamiin..”

Tiba-tiba suatu hal yang membuatku sangat tersentuh itu nyata. Aku seakan mengerti bahasa yang menurutku isyarat karena aku tidak mendengar apapun apa yang mereka bicarakan. Aku hanya mengira-ngira dan akhirnya mengerti. Nenek itu kemudian menengadahkan tangannya dan berucap sesuatu pada pemuda itu, BELIAU BERSYUKUR DAN BERDOA. Pemuda itu membuatkan satu bungkus kupat tahu untuk beliau. Walau tak memberi uang, aku rasa Nenek pasti senang karena beliau akan sarapan pagi. Sungguh, doaku begitu cepat terkabulkan. AKu meneteskan air mata di dalam angkutan itu meski tidak sederas aku dimarahi bapakku tempo dulu. Betapa aku bisa menerka seberapa bahagianya Nenek itu bisa mendapat suatu makanan pengganjal perutnya. Sangat bahagia kan, Nek? Aku tersenyum pada pemuda itu, hanya aku yang tersenyum tanpa dia tahu aku tersenyum untuknya karena kebaikannya. Semoga Allah membalas kebaikanmu ya, aamiin.

Mungkin Nenek itu bahagia, mungkin juga terharu karena masih begitu banyak yang mencintai beliau, mengasihi beliau di masa tuanya. Aku juga begitu terharu melihat itu. Sampai-sampai aku berniat secepatnya membagi pengalaman ini. Aku pernah bertanya kepada Mamah, “Mah, kenapa ya aku suka memikirkan apa yang sebenarnya enggak perlu dipikirkan terlalu jauh sama aku?” | “Contohnya?” | “Kadang, kalau aku ketemu pengemis, aku selalu pengen ngasih berapapun, karena aku suka berpikir orang lain jarang sekali ada yang ngasih dan aku takut mereka ga bisa makan.” Mamahku langsung berkata, “Itu sudah dikasih sama Allah buat kamu, Yud, jadi terima dan bersyukur saja ya. Tapi jangan sampai kamu enggak merhatiin kondisi kamu.

Aku memang tadi di dalam angkutan berpikir, bagaimana jika Nenek itu tidak ada yang mengasih padahal beliau sudah berjalan jauh-jauh sekali di kondisinya yang kurang mampu lagi otot kakinya. Bagaimana, kalau beliau ambruk di tengah jalan. Bagaimana kalau beliau menangis karena kelaparan. Bagaimana dan Bagaimana? Aku sadar, bahwa hakikatnya kita hidup itu beribadah kepada Allah, dan kita harus bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita, minimal bersedekah. Karena dengan bersedekah kita belajar ikhlas.

Terima kasih Ya Allah, sudah memberikanku kisah di pagi hari ini. Alhamdulillah.

ANTARA AKU, DOSEN DAN IBU KOST

fuckyeahmahasiswa:

di kantin sebelum masuk kuliah:

“eh entar pas kuliah pak ***** bilangin gua ada ya!!”

di kantin setelah abis jadwal kuliah:

“eh kalo si ibu kost nanyain bilangin gua ga ada ya!!”

dari kickyeah

Math | What’s wrong?

Intermezzo:

Buat yang suka galau, ini ada sedikit tips dari saya. Semoga membantu memusnahkan atau seenggaknya mengurangi kegalauan.

Coba ketika sedang galau, putar lag-lagu yang bertemakan kegalauan, hayati isinya.

Bersyukurlah, bahwa  kamu ga separah penyanyi dalam lagu tersebut galaunya.

Yang lagi berantem sama pacar, dengerin lagu tentang patah hati. Kamu beruntung ga separah penyanyinya yang ga dapet cinta orang yang dicintai. Kamu? Tinggal saling mengerti aja.

Yang dimarahin ortu, denger lagu kayak ratapan anak tiri (*ini sih jadul), tapi percaya deh, kamu sungguh lebih beruntung bahwa kamu ga perlu diusir dan dijadiin babu sama ortu kamu.

Yang kesepian longdistance, denger lagu semisal saat terakhir st12 (kematian, red). Kamu bener-bener beruntung kan? Ga ditiggal pergi selamanya sama kekasih kamu.

Yang lagi kesel sama calon mertua kamu, jangan syedih dong, denger lagu bunga terakhir plus iklan XL Xjuta Mawar untuk Marwan. Kamu sangat amat beruntung ga disuruh bawa umat sekalian sejuta mawar. (Rempong banget babehnya si cewe, belum juga jadi pacar :p)

Mari bersyukur, jadikan galaumu sebagai ladang pahala. Yah pokonya stay terus ya denger lagu-lagu galau oke galauers J

-ooOoo-

Wed, Feb 1st 2012 - 22.xx WIB

“Waduh, bener kacau dah pendidikan di Indonesia! Dulu jaman gue SD, pernah ada soal gini, ‘Budi berangkat ke Bandung pukul 09.00. Temannya berangkat pukul 10.00 …’ Lah katanya temenan, kenapa mereka ga bareng aja berangkatnya. Kadang-kadang suka aneh deh.” -Cuplikan @standupmetrotv

Liburan kemana aja sobat? Semoga menyenangkan dan berkesan ya? Kalopun engga yaudah terima aja, udah jadi derita kamu itumah! #mampuslo. Enggak terasa ya libur, gundah gulana hati kita kalo udah mau masuk ato udah masuk kuliah atopun beraktivitas seperti semula. Yang kuliah, kuliah, yang kerja, kerja (perasaan kerja ga libur semesteran deh). Yah dilema libur selalu berbunyi, “Waktu kuliah pengen libur, waktu libur pengen kuliah, eh udah mau masuk pengen nambah lagi liburnya.”  Selalu kali ya gitu. Lebih dari dua belas tahun selalu mendewakan bunyi dilema libur tersebut.

Liburan semester peralihan ini kebanyakan saya isi dengan mencari, menemukan, menyimpan, menyunting, menguji ulang sebuah soal matematika. Soal matematika untuk kelas enam sekolah dasar yang hendak bertarung dengan monster galak yang namanya selalu jadi momok menyeramkan bagi umumnya pelajar di seluruh pelosok nusantara. Ujian Nasional. Kedengarannya aneh, masa si Nasional pake uji-uji kita segala. Udah jelas Allah nyiptain kita sebagai makhluk sempurna, jadi ya yang berhak nguji cuman Allah. Eh ini geura, siapa pula Nasional, pake nguji-nguji kita. Gampang sih, kalo kamu gamau diuji dia karena takut musyrik, yaudah gausah ikutan aja dan dijamin 100% kamu bakalan tetep jadi pelajar penghuni ruang kelas sekolah dasar selamanya. Selamanya kelas enam SD. Ohnooo! Yah pekerjaan saya selama liburan adalah mengajar siswi kelas enam yang berniat mengalahkan monster dengan kekuatan semangat api, atau kalau bisa dengan kekuatan sihir menjawab tanpa bingung. ­­­­­­­­­­­è kebanyakan main videogame. Saya bersyukur, karena bisa menambah pundi-pundi amal, bisa menambah isi saku di akhir nanti, dan juga yang paling penting mengisi waktu luang yang sangaaaaaat luang! Bayangin aja, dimana sobat-sobat SMA saya cuman libur sebulan, dua minggu, bahkan ada yang satu minggu. Kita (saya dengan teman-teman @psikopad11) bisa berleha-leha -dugem di klub kalo punya banyak duit, hampir kurang lebih dua bulan! Wooow, waktu luang  yang sangat fantastis. Kalian pada ngiler da :? Hehehe

Saya banyak belajar tentang perkembangan pikiran salah satu anak kelas enam SD yang mendekati ujian nasional. Ya kali aja nanti saya ambil psikologi perkembangan biar bisa lebih dalam mempelajarinya. Terlihat jelas, baik di mata orang tua maupun anak bahwa ujian nasional membuat mereka kalang kabut. Orang tua sibuk menge-les-kan anaknya supaya berhasil dan tidak mengecewakan di ujian nasionalnya. Anak semakin mendekati deadlinenya akan semakin sibuk dan kecapaian karena mesti les yang sudah dibayar orang tuanya. Sama-sama sulit bukan di posisi mereka berdua. Malahan sepertinya banyak orang tua yang nganggap bahwa ujian nasional adalah nerakanya dunia. Padahal dengan anggapan seperti itu, orang tua tidak sengaja memberikan beban berat pada anak yang usianya masih dini untuk mengerti mengapa ujian nasional sebegitu penting dibandingkan waktu bermainnya bersama teman-teman di negeri awan bersama Pak Tarno dari jawa aanajenajen. (?)

Dari sekian pelajaran yang diujikan rasanya matematika lah yang hangat dan seringkali jadi raja dari segala raja kesusahan. Yap, berkutat dengan begitu banyak rumus yang membuat saraf-saraf dalam otak jadi paciweuh, pabaliut, dan kayak kabel, konslet! Hehe, matematika adalah sarapan keripik pedas level 100 di pagi hari yang bisa bikin mules ga ketulungan. Dia juga bisa jadi HI <asam iodida>, yang asem banegt — tuhkan udah konslet nulis banget aja. Yaah silahkan kalo mau ikut-ikutan nambahin ejekan buat matematika. Kamu sirikan aja sih sama saya. *****

Math, what’s wrong? Adakah yang nyeleneh dari matematika? Hm, banyak. Selama saya mengutak-ngatik soal, membulak-balik angka mengikuti standar soal ujian nasional, saya pun dapat “keganjilan” di sana. Stand up comedy edisi minggu kemarin sedikit menggelitik saya. Cuplikan di atas membuat saya tertawa sejadi-jadinya. Saya dibuat ngakak oleh standmannya. Udah mukanya kaya si beautiful cangkem seksoy (clue: o—s)  -___- hss ngehina lagi. Maaf, abis mendukung banget mukanya jadi pelawak. Entah kenapa waktu SD, saya ga menyadari kalo soal matematika kebanyakan pake nama orang yang bisa dibilang itu-itu aja. Dunia ini legaaa woyy pembuat soal!!! Kalo udah ngeh dunia ini ‘lega’ kenapa tokoh dalam soal si Budi-Budi lagi, si Ani-Ani lagi, si Pak Amir-Pak Amir lagi, si Ma Icih-Ma Icih lagi. Yang terakhir bisa dicoret itu nama merek. Daan sederet nama yang eksis, nama saya pun saya temukan beberapa kali :DD ciee jadi bangga hahaha. Bisa dibilang deret memprihatinkan. Sedikit banyak membuat otak anak menjadi tidak mengenal dunia luar. Kan ada gitu nama Jackie, John, Mary, Ann, Alice. Walaupun di Indonesia, gasalah kan ngenalin nama-nama asing dalam soal? Ckckckck. Bukan masalah budaya asingnya, tapi kemampuan verbal anak mengucapkan nama asing tersebut supaya mahir berbahasa asing sebagai pemula, setidaknya untuk nama seseorang dari kancah internasional *wuihh ini gaya bahasanya.

Any others? Ada lagi, kita dari SD diajarkan untuk berbohong, menipu orang lain dengan cara halusss luss. Swear? Yeah, coba deh telaah soal ini.

“Sebuah persegi pada gambar di samping memiliki sisi dengan panjang 12 cm, berapa luasnya?”

Apa bener 12 cm? Kok aku ngitung pake penggaris cuman 3,7 cm. Siapa yang salah? Jelas! Pembuat soal. Ini mungkin sepele, tetapi pernahkah kita berpikir mungkin aja ada anak bau kencur yang ikut-ikutan gaya si soal bohong. Misalkan, dia mau beli buku harganya Rp 3.700,00 tapi minta ke Mamanya Rp 12.000,00. Kan ga mustahil ada yang begitu ya kan? Lagian apa susahnya sih jujur di soal, ya kalo kertas muatnya 15 cm kenapa pula nyantumin angka 27 cm? Dua kesalahan yang udah dibuat: 1) nyusahin anak ngitung kalo angkanya gede-gede tapi ga realistis; 2) MAKSAKEUN!!!

Ada lagi nih contoh soalnya cekidot.

“Bu Tati membeli benang 3/4 dm. Karena kurang dia membeli lagi 5/12 dm. Lalu dibuat kain sebanyak 7/8 dm, sisanya adalah … dm.”

Haha Indonesia, Indonesia, ada-ada aja. Cing atuh muka ditaro dimana. Udah Ibu-Ibu ko masih aja oon (no offense ya Bu Tati :p). Masa beli benang aja meni pecahan-pecahan gitu. Kasian yang jual ngitung harganya. Lagian kalopun mau soal begitu gaperlu deh dijadiin soal cerita yang bisa jungkirbalikkin logika anak. Tinggal diubah aja 3/4 dm + 5/12 m - 7/8 dm = … dm. Sederhana dan ga ngawur! Jadi soal ini saya kasih nilai A untuk keribetannya tapi E  untuk kerealistisannya.

Masih ada lagi! Satu soal lagi aja ya.

 “Umur Gia 1 dasawarsa 1 lustrum. Sedangkan Ayahnya berumur windu 5 tahun. Berapakah selisih umur mereka?”

Sebenernya gada yag salah sih di soal. Tapi karena saya lagi membeberkan kecerobohan soal makanya saya tetap mencari dan akhirnya berpegang teguh pada pendirian saya bahwa soal di atas mengajarkan kita untuk selalu mengurusi orang-orang lain yang gada hubungan darahnya bahkan teman sekalipun. Kita bisa aja dapetin hasinya, tapi sekarang aku nanya deh. Umur Ayah kamu berapa bulan sekarang? Atau diubah, kapan sih Ayah dan Ibu kamu ulang tahun. Lebih naik gradenya, kapan sih Ulang tahun pernikahan Ayah sama Ibu kamu? Tuh kan, ga tau. Umur Ayah sendiri aja gatau, umur Ayahnya orang lain yang entah kandung atau angkat sumringah diitung sampe bela-belain waktu kamu buat ngitung selisih. Apa sih manfaatnya. Bagi saya nothing kalo sama keluarga kamu sendiri kamu lupa atau gatau tentang mereka.

Di akhir pembeberan ini, saya bersyukur juga pernah suka sama matematika dari SD sampe SMA, bisa jadi juga mungkin sampe sekarang. Matematika bisa saja membodohi otak-otak kita di zaman purbakala. Tetapi, setidaknya setelah kita tahu beberapa permasalahan dalam soal matematika kita bisa membuat anak-anak bangsa lebih cerdas dengan tidak membuat soal-soal latihan dengan perumpamaan yang ga jelas dan mengaburkan konsepsi. Buatlah soal yang sedemikian sederhana tapi berarti banyak tentunya sesuai kehidupan nyata, bukan, bukan dunia maya. Matematika ga pernah salah, nilai hidupnya berguna banget. Hanya saja golongan-golongan tertentu pencipta soal yang kelewat batas nalar. Kita yang dulu masih cetek otaknya, dengan mudah menerima apapun bentuk soalnya. Nah karena zaman sekarang sudah modern, anak-anak semakin malas belajar karena permainan-permainan dan jejaring sosial online begitu menggiurkan, kenapa enggak kita ajarkan ke adik-adik kita untuk tetap belajar walaupun soal kadang-kadang ga baik buat kelangsungan hidup adik-adik kita. Caranya, kita juga mesti tetep belajar, memberi contoh yang baik dan juga memberi tahu kegilaan soal-soal matematika supaya tidak terjerumus. JJJ

Tips alami dari saya: Beberapa hari lalu, peristiwa menegangkan nan bodor terjadi pada saya. Saat makan malam, saya tidak sengaja menelan duri ikan asin. Saya panik karena minum banyak air dan nasi lagi tidak membuahkan hasil. Esoknya saya cari buah pisang, namun nihil L. Esoknya lagi, saya ingat saya pernah keselek keripik pedes waktu SD dan mempan pake buah pepaya. Makanya saya beli aja, ternyata untuk duri ikan asin ini ga mempan. Malamnya saya coba search di google dan facebook tentang orang-orang yang mengalami hal serupa seperti saya. Begitu miris, ada yang sampe gabisa ngomong, suara serak, dan blablabla. Dari sana saya lihat comment orang-orang. Ada yang bilang makan kepalan nasi yang dibuat jadi bola-bola kecil, minum air cuka, diemin aja nanti ilang sendiri, dll. Bola nasi udah, didiemin udah, cuman buat air cuka, saya ngeri kalo mesti diminum jadi diabaikan. Saya sudah niat untuk ke dokter THT. Esoknya, Mama saya beli baso tetangga. Karena saya juga kabita, jadi saya ikut beli dan apa yang terjadi? Saya ingat saran bola nasi, saya pikir kalo nasi bisa pecah lagi di mulut. Nah saya telen aja baso sedang tanpa kunyah.Alhasil, alhamdulillah sembuh J Ternyata duri ikan asin itu ga level sama nasi pengennya baso :DD

Nb: Just for fun aja ya, yang baik diambil, yang jelek diabaikan dan no offense for whosoever J

Entahlah, satu kata “TAKJUB” :D Subhanallah..

(Source: uniknya.com)

Jangan meminta Allah meringankan beban kita, tetapi mintalah Dia menguatkan bahu kita

Mimpi Oh Mimpi

Beberapa Yang Mungkin Kita Belum Tahu…

1. Orang Buta Juga Bermimpi Orang yg terlahir buta dalam mimpinya memang tidak melihat ?gambar-2? tapi mereka bermimpi tentang suara, sentuhan dan emosi yg mereka rasakan. Memang sulit bagi orang normal untuk bisa memahami, tapi ?keinginan? tubuh untuk tidur dan bermimpi sedemikian kuatnya sehingga bisa mengatasi segala macam hambatan fisik manusia.”

2. Kamu Akan Lupa 90% Dari Mimpimu Sekitar 5 menit setelah kamu terbangun kamu akan segera melupakan 50% dari mimpimu, 10 menit kemudian 90% ?jalan cerita? mimpimu akan terlupakan. Penulis puisi terkenal Samuel Taylor Coleridge pada suatu waktu terbangun setelah mendapatkan mimpi yg indah, dia lalu segera menuliskannya di kertas untuk menggambarkan mimpinya tadi, setelah menulis 54 baris tiba-2 ada orang yg datang kerumahnya. Setelah urusan dg orang itu selesai Samuel bermaksud menyelesaikan puisinya tadi, tapi dia tdk berhasil mengingat lagi mimpinya. Puisinya itu tidak pernah selesai. Puisi yg tidak pernah terselesaikan itu berjudul ?Kubla Khan? dan menjadi salah satu puisi paling terkenal di Inggris. Robert Louis Stevenson ( penulis buku Doctor Jeckyll and Mr. Hyde ) dan Mary Shelley?s Frankenstein mendapatkan ide dari mimpi yg mereka alami.”

3. Semua Orang Bermimpi Semua orang bermimpi ( kecuali pada beberapa kasus penyakit jiwa parah ) tapi laki-2 dan perempuan mimpinya beda dan beda pula reaksi fisiknya. Cowo cenderung bermimpi tentang cowo lain sedangkan cewe mimpinya cenderung berimbang mimpiin soal cowo atau cewe lain.”

4. Mimpi Mencegah Gangguan Emosi. Pada penelitian mengenai tidur baru-2 ini, percobaan pada orang yg dibangunkan pada awal mimpi tapi tetap diperbolehkan tidur 8 jam sehari, setelah 3 hari menjadi kehilangan konsentrasi, gampang marah, halusinasi dan tanda-2 gangguan emosi lainnya.”

5. Rangsangan Dari Luar Mempengaruhi Mimpi Kita Disebut ?Dream Incorporation? dan kamu pasti udah pernah mengalami ini. Pernah mimpi gini, kita rasanya haus bgt trus kita minum sebotol air tapi bentar kemudian rasanya udah haus lagi? minum lagi? haus lagi begitu terus berulang dan akhirnya saat kita bangun kita baru sadar kalo kita emang lagi kehausan. Contoh yg lain adalah saat kita mimpi kebelet pipis”

6. Saat Bermimpi Tubuhmu Akan Lumpuh Hal ini terjadi untuk mencegah supaya tubuh kita gak bergerak-gerak mengikuti ?alur cerita? mimpi kita. Banyangin aja kalo lo mimpi dikejar massa, kalo kaki lo gk lumpuh bisa-2 lu lari ke luar rumah dan dikirain maling beneran ama satpam. Ada hormon yg dihasilkan saat kita tidur yg membuat saraf mengirimkan pesan ke tulang belakang menyebabkan tubuh kita menjadi rileks dan lama-2 lumpuh.”

7. Kita Hanya Memimpikan Apa Yg Kita Ketahui Seringkali kita bermimpi berada di tempat yg asing dan ketemu dengan orang-orang yg gk kita kenal. Tapi sebenernya otak kita tidak asal menciptakan itu, sebenernya semua itu itu udah pernah kita liat cuma kita sendiri gak mampu untuk mengingatnya lagi. Mungkin kamu pernah mimpi dikejar-kejar orang asing pakai golok yg mau bunuh kita tapi mungkin aja itu dalam kehidupan nyata orang itu adalah temen bokap kamu yang ketemu di mall waktu kamu masih umur 5 tahun ! Sepanjang hidup kita udah pernah melihat ratusan ribu wajah dan tempat, para ahli percaya kalo memori otak kita punya kemampuan yang luar biasa untuk merekam itu semua, jadi otak gk akan pernah kehabisan ?aktor dan setting? yg akan direplay dalam mimpi kita!”

8. Mimpi Itu Tidak Seperti Apa Yang Terlihat Apa yg kita lihat dalam mimpi sebenernya merupakan simbolisasi dari hal lain. Otak kita tu kreatif bgt saat kita tidur, dia akan menggali database memori kita sedemikan dalamnya sampai sering kita sendiri takjub dengan mimpi aneh kita ( padahal semuanya sumbernya ya dari semua yg udah pernah kita alami sebelumnya). Bagaikan puisi mimpi itu merupakan penggambaran simbolisasi yg sangat dalam. Itulah sebab mengapa banyak orang yg tertarik dengan buku tafsir mimpi”

9. Tidak Semua Orang Mimpinya Berwarna. Menurut penelitian 12% orang normal mimpinya selalu hitam-putih lainnya mimpinya bisa full color”

10. Kita juga cenderung mengalami mimpi dengan ?tema? yg sama yaitu:

  • Mimpi di sekolah
  • Mimpi dikejar-kejar (ceritanya jadi maling )
  • Mimpi lari dalam gerak lambat ato lari tapi gak maju-2 ( padahal ada kereta api mau lewat )
  • Mimpi basah (mimpi paling seru )
  • Mimpi datang telat (biasanya kalo musim ujian heheh)
  • Mimpi bisa terbang
  • Mimpi jatuh, mimpi gigi copot, mimpi gagal lulus ujian, mimpi kecelakaan, dan
  • Mimpi ketemu orang yg udah meninggal” 11. Saat kamu ngorok kamu tidak sedang bermimpi. Kalo kamu terbangun pada saat fase tidur mencapai tahap REM (Randon Eye Movement), seringkali mimpi kita akan terasa lebih nyata daripada kalo kita bangun setelah tidur pulas semalaman. 12. Bayi tidak bermimpi mengenai dirinya sampai sekitar umur 3 tahun. Tapi sejak umur 3 sampai 8 tahun mereka akan mendapatkan mimpi buruk yg jauh lebih sering daripada orang dewasa. Itu jadi jawaban dari kenapa anak kecil sering menangis sesaat setelah terbangun dr tidurnya.
  • Sincerity, Pal !

    Suatu hari, burung putih jatuh cinta, cinta tak kenal siapa .

    Ia jatuh cinta pada sekuntum bunga melati .

    Ia mengaguminya dibalik kedinginan sikapnya, ia malu ketika dekatinya .

    Ia bingung, hari demi hari, rasa itu tak tertahankan .

    Setiap saat bayangan kesucian dan keputihan melati menghantui si burung .

    Akhirnya ia putuskan untuk terbang datangi melati .

    Dengan yakin ia ungkapkan perasaannya pada melati yang ia rasa buat dunianya aneh . Aneh karena cinta tentunya .

    Namun, melati hanya tersenyum dan tertawa kecil seolah mendengar celotehan .

    Burung setulus mungkin utarakan maksudnya untuk mengajak saling berbagi dunia dalam ikatan pacaran .

    Tapi, melati terlihat tak menentukan sikap .

    Melati mulai menunjukkan keangkuhannya karena merasa ia yang sangat didambakan burung .

    Ia berkata, ”aku akan jadi kekasihmu apabila kau bisa membuatku menjadi merah merona bak mawar yang penuh duri di sebelah sana.”sambil menunjuk bunga mawar yang dihiasi penari yang mendambakan dirinya .

    Apa yang terjadi ?

    Tanpa pikir panjang, si burung memotong sayapnya dan mengucurkan darahnya pada melati hingga melati tersiram dan terpenuhi oleh warna darah burung .

    Merah seperti apa yang diharapkan melati .

    Ia tampak seperti bunga mawar .

    Setelah itu, melati puas permintaannya dikabulkan oleh burung .

    Sekarang ia akan menerima cintanya .

    Hal yang memang seharusnya terjadi, terjadi .

    Melati melihat ke bawah .

    Ternyata burung terkulai lemas kehabisan darah.

    Ia tersenyum meski tahu umurnya tak akan lama lagi .

    Melati histeris, tak pernah membayangkan ketulusan cinta burung hingga ia tega memutuskan sayapnya .

    Melati berkaca-kaca .

    Ia akhirnya menangis melihat burung telah mati .

    Pergi sebelum melati hendak menerimanya .

    Ia menyesal .

    Ia pun akhirnya sendiri hingga ajalnya menjemput .

    Ia tak bisa melupakan burung .

    Ia layu dalam merenung .

    Seringkali kita menganggap seseorang yang mencintai kita hanya main-main .

    Kita tak pernah tahu ketulusannya ada dimana .

    Bisa saja ia sembunyikan dibalik perhatiannya .

    Jangan kecewakan orang-orang yang selalu ada buat kita .

    Yang senantiasa tulus dan menerima kita apa adanya .

    Jangan ada angkuh dalam diri kita .

    Mengapa jari-jari kita terpisahkan oleh ruas-ruas ? Ada pemisah .

    Itu karena Allah tahu kita akan punya kekasih yang mampu memberikan ruas jari lainnya untuk kita genggam dalam cinta tulus selamanya .

    Bagi sahabat-sahabatku, aku sebagai yang mungkin bukan bagian hidup kalian, hanya bisa memberi nasihat .

    Entah, setelah kita berpisah tempat dan waktu .

    Aku harap kalian ingat aku, ingat ketika kita bersama .

    Aku sangat tulus bersahabat dengan kalian, meski banyak sikapku yang sering membuat luka di hati . Maafkanlah sobat .

    Aku hanya makhluk rendah di hadapan kalian dan sangat, sangat rendah di hadapan-Nya .

    Ingat, bukan hanya pacar yang bisa tulus .

    Kawan, sahabat, guru, bahkan musuh pun punya sisi ketulusan tuk mencintai kita .

    Karena benci juga tingkatan cinta yang paling rendah .

    Makasih semua sahabatku, guruku yang tulus memberiku warna kehidupan :)

    “Tuluslah pada siapapun, dan lihat keajaibannya walau akan terlihat juga kepahitan. Dari situ keajaiban didapat.”

    _villafivers27_

    14 Nov’ 10

    Best Regards, Villafivers27

    "Hating is meaning loving too"

    Search


    Following